Tim cowok SMA Kolese De Britto (JB) sukses mengulang partai final Honda DBL 2009 Jogjakarta Series di GOR UNY kemarin (22/4). Menghadapi lawan SMA Bopkri 2 (Boda) di partai terakhir penyisihan Grup A Honda DBL 2010 Jogjakarta Series kemarin, juara bertahan musim lalu itu dengan mudah menghentikan ambisi Boda dengan skor telak 44-23.
Kemenangan itu membawa tim ini ke partai play off mewakili Grup A. Performa JB pantas disebut calon jawara musim ini. Bermain dengan penuh percaya diri, tim dari sekolah cowok itu sempurna menguasai lapangan.
Anak-anak Boda pun tak bisa berkutik menghadapi Leonard Ozy dkk. Tim JB tampil menggebrak selama pertandingan. Di kuarter pertama, JB sudah unggul 14- 3. Di kuarter kedua, tim berjuluk Macan Demangan itu berhasil menceploskan 10 poin, sehingga mampu memperlebar jarak menjadi 24-8.
Dominasi JB tak terbendung di babak kedua. Kuarter tiga, JB sukses memperlebar jarak poin menjadi 33-14. Praktis di poin tersebut tak mampu terkejar oleh anak-anak Boda, hingga akhirnya JB menutup laga keduanya dengan skor 44-23. Kemenangan tersebut mengantarkan JB untuk bertemu SMAN 8 Jogja (Delayota) di babak play off mendatang. Delayota melaju ke delapan besar setelah mengandaskan SMAN 1 Wates.
Guru pendamping Tim JB Joko Sulistiyo mengatakan kalau sejak awal timnya sudah diinstruksikan untuk tak meremehkan lawan. “Laga melawan Boda tadi memang berat. Namunt idak seberat ketika menghadapi Bosa,” papar Joko.
Joko menandaskan kalau Jebe sudah siap menghadapi lawan di babak big eigth yang akan dimulai Minggu (25/4) nanti. Menurutnya, siapapun lawannya itu tak ada persoalanbagi JB. “Yang terpenting para pemain JB tidak merasa jumawa,” papar Joko.
Pelatih Boda, Johan Palagan mengaku kecewa dengan hasil ini. Namun ia memaklumi pencapaian anak buahnya itu karena tim cowok Boda sendiri tidak mempunyai persiapan yang cukup untuk menghadapi Honda DBL tahun ini. “Empat hari menjelang kejuaraan berlangsung, kami baru dipastikan ikut. Otomatis sebelum itu kami tak pernah latihan,” papar Johan.
Namun Johan berjanji akan melakukan revans pada Honda DBL 2011. Ia optimistis dua pemainnya yang masih duduk di kelas satu, Novelis Clinton dan Dweysia Wahabi Anas semakin matang pada 2011. “Tahun Depan kami akan mempersiapkan segalanya lebih matang. Kesemrawutan tahun ini tak boleh terulang kembali,” tambah johan.
Dweysia Wahabi di pertandingan kemarin tampil cukup baik. Ia membukukan 10 angka dan 2 rebound. Sementara itu Novelis Clinton membukukan 3 rebound dan 4 steals. “Saya optimistis untuk tahun depan. Pokoknya kalau bisa ya juara,” imbuh Clinton. Adapun bintang JB pada pertandingan kemarin ialah Leonard OZY yang behasil mencetak 13 angka dan 4 rebound.
Jumat, 23 April 2010
Pembagian grup Honda DBL 2010 Yogyakarta
TIM PUTRA
Group A
SMA KOLESE DE BRITTO
SMA BOPKRI 1 JOGJA
SMA BOPKRI 2 JOGJA
Group B
SMAN 8 JOGJAKARTA
SMAN 1 SLEMAN
SMAN 1 WATES
Group C
SMAN 1 JOGJAKARTA
SMAN 1 BANTUL
SMAN 1 KASIHAN BANTUL
Group D
SMAN 1 NGEMPLAK SLEMAN
SMAN 1 KALASAN SLEMAN
SMAN 6 JOGJAKARTA
Group E
SMA PANGUDI LUHUR
SMAN 3 BANTUL
SMAN 1 WONOSARi
Group F
SMA BUDI MULIA 2
SMAN 7 JOGJAKARTA
SMAN 2 JOGJAKARTA
Group G
SMAN 2 WATES
SMAN 5 JOGJAKARTA
SMAN 10 JOGJAKARTA
Group H
SMAN 9 JOGJAKARTA
SMAN 1 DEPOK SLEMAN
SMAN 3 JOGJAKARTA
TIM PUTRI
Group A
SMA STELLA DUCE 1
SMA BOPKRI 1
SMAN 1 DEPOK SLEMAN
Group B
SMAN 3 JOGJAKARTA
SMAN 1 WATES
SMAN 5 JOGJAKARTA
Group C
SMAN 11 JOGJAKARTA
SMAN 7 JOGJAKARTA
SMAN 6 JOGJAKARTA
Group D
SMAN 4 JOGJAKARTA
SMAN 2 BANTUL
SMAN 2 BANGUNTAPAN
Group E
SMAN 2 WONOSARI
SMAN 8 JOGJAKARTA
SMAN 1 KASIHAN BANTUL
Group F
SMAN 1 NGEMPLAK SLEMAN
SMAN 10 JOGJAKARTA
SMAN 1 WONOSARI
Group G
SMKN 1 BANTUL
SMAN 1 BANGUNTAPAN
SMAN 1 KALASAN SLEMAN
Group H
SMA SANTA MARIA
SMA STELLA DUCE 2
SMAN 1 MELATI SLEMAN
Group A
SMA KOLESE DE BRITTO
SMA BOPKRI 1 JOGJA
SMA BOPKRI 2 JOGJA
Group B
SMAN 8 JOGJAKARTA
SMAN 1 SLEMAN
SMAN 1 WATES
Group C
SMAN 1 JOGJAKARTA
SMAN 1 BANTUL
SMAN 1 KASIHAN BANTUL
Group D
SMAN 1 NGEMPLAK SLEMAN
SMAN 1 KALASAN SLEMAN
SMAN 6 JOGJAKARTA
Group E
SMA PANGUDI LUHUR
SMAN 3 BANTUL
SMAN 1 WONOSARi
Group F
SMA BUDI MULIA 2
SMAN 7 JOGJAKARTA
SMAN 2 JOGJAKARTA
Group G
SMAN 2 WATES
SMAN 5 JOGJAKARTA
SMAN 10 JOGJAKARTA
Group H
SMAN 9 JOGJAKARTA
SMAN 1 DEPOK SLEMAN
SMAN 3 JOGJAKARTA
TIM PUTRI
Group A
SMA STELLA DUCE 1
SMA BOPKRI 1
SMAN 1 DEPOK SLEMAN
Group B
SMAN 3 JOGJAKARTA
SMAN 1 WATES
SMAN 5 JOGJAKARTA
Group C
SMAN 11 JOGJAKARTA
SMAN 7 JOGJAKARTA
SMAN 6 JOGJAKARTA
Group D
SMAN 4 JOGJAKARTA
SMAN 2 BANTUL
SMAN 2 BANGUNTAPAN
Group E
SMAN 2 WONOSARI
SMAN 8 JOGJAKARTA
SMAN 1 KASIHAN BANTUL
Group F
SMAN 1 NGEMPLAK SLEMAN
SMAN 10 JOGJAKARTA
SMAN 1 WONOSARI
Group G
SMKN 1 BANTUL
SMAN 1 BANGUNTAPAN
SMAN 1 KALASAN SLEMAN
Group H
SMA SANTA MARIA
SMA STELLA DUCE 2
SMAN 1 MELATI SLEMAN
De Britto Tak Lekang Kreatif
Tim yel-yel SMAN Kolese John De Britto (JB) benar-benar memang kreatrif. Kalau pada pembukaan Jumat (16/4) lalu, tim penyemangat tim cowok JB itu tampil dalam konsep horror, kali ini, mereka memakai konsep yang tak kalah eksentrik, yaitu Super Hero.
Koordinator tim yel-yel Adit menyatakan, konsep Super Hero menandakan kalau tim basket JB selalu menang.
“Super Hero tak ada satupun yang kalah. Berarti, makna dari konsep ini adalah tim JB adalah Super Hero yang tak dapat dikalahkan,” ujar Adit sebelum laga dimulai. Selain kreatif, kostum superhero yang dikenakan tim yel-yel JB pun sangat variatif. Mulai dari super hero lokal, impor, bahkan pahlawan nasional yang membesarkan bangsa Indonesia hingga menjadi negara besar seperti sekarang ini.
“Ada yang pakai baju Wiro Sableng, Hulk, Batman, Wolverine, Si Pitung, Ibu Kartini, hingga Si Buta dari Gua Hantu. Namun, disini nama Si Buta dari Gua Hantu kami ganti menjadi Si Buta dari De Britto,” tambah Adit.
Aksi mereka pun juga unik. Mereka membuat sebuah aksi teatrikal yang lucu. Awalnya saat memasuki arena, ‘Wiro Sableng melakukan aksi yang membuat superhero lainnya kebingungan. Lalu, super hero lain bersatu untuk melawan Wiro Sableng. Dan akhirnya Wiro Sableng dapat mereka bekuk. “Setelah itu, semuanya malah berjoget-joget ala India,” seloroh Adit.
Kemudian kemarin kamis sewaktu JB melawan Bopkri Dua, pendukung mereka menyanyikan yel-yel untuk memberi semangat dan menunjukan aksi yang jarang dilakukan suporter lain , yaitu mengibas-ngibaskan rambut mereka yang gondrong, akhirnya JB mampu memenangkan pertandingan dan mereka tutup dengan mars sekolah mereka.
Koordinator tim yel-yel Adit menyatakan, konsep Super Hero menandakan kalau tim basket JB selalu menang.
“Super Hero tak ada satupun yang kalah. Berarti, makna dari konsep ini adalah tim JB adalah Super Hero yang tak dapat dikalahkan,” ujar Adit sebelum laga dimulai. Selain kreatif, kostum superhero yang dikenakan tim yel-yel JB pun sangat variatif. Mulai dari super hero lokal, impor, bahkan pahlawan nasional yang membesarkan bangsa Indonesia hingga menjadi negara besar seperti sekarang ini.
“Ada yang pakai baju Wiro Sableng, Hulk, Batman, Wolverine, Si Pitung, Ibu Kartini, hingga Si Buta dari Gua Hantu. Namun, disini nama Si Buta dari Gua Hantu kami ganti menjadi Si Buta dari De Britto,” tambah Adit.
Aksi mereka pun juga unik. Mereka membuat sebuah aksi teatrikal yang lucu. Awalnya saat memasuki arena, ‘Wiro Sableng melakukan aksi yang membuat superhero lainnya kebingungan. Lalu, super hero lain bersatu untuk melawan Wiro Sableng. Dan akhirnya Wiro Sableng dapat mereka bekuk. “Setelah itu, semuanya malah berjoget-joget ala India,” seloroh Adit.
Kemudian kemarin kamis sewaktu JB melawan Bopkri Dua, pendukung mereka menyanyikan yel-yel untuk memberi semangat dan menunjukan aksi yang jarang dilakukan suporter lain , yaitu mengibas-ngibaskan rambut mereka yang gondrong, akhirnya JB mampu memenangkan pertandingan dan mereka tutup dengan mars sekolah mereka.
Selasa, 20 April 2010
Andong & becak wajib berizin
JOGJA: Andong dan becak yang beroperasi di Kota Jogja wajib mengantongi izin operasional. Di sisi lain, jumlah andong cenderung menurun. Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja, Purnomo Rahardjo berujar, pihaknya sudah mengeluarkan izin operasional kendaraan tidak bermotor terhadap 4.500 becak dan 300 andong.
Sementara, jumlah becak yang belum menerima surat izin tapi sudah mendaftar sekitar 1.500 buah. Adapun, semua andong sudah mengurus dan mengantongi izin. “Kami mengeluarkan izin kendaraan tidak bermotor untuk angkutan yang beroperasi di wilayah Kota Jogja. Izin dilengkapi dengan pelat nomor, surat izin operasional dan stiker pengaduan yang harus ditempel di becak maupun andong.
Tahun ini adalah periode kedua penerbitan izin yang sudah dilakukan sejak Agustus 2009,” terangnya di gedung Dewan, Kamis (4/3). Dishub, katanya, tidak memungut pajak atas keluarnya izin itu. Izin berlaku selama tiga tahun dan selanjutnya didaftar ulang jika sudah habis. Pendataan dan penerbitan izin juga akan digunakan untuk menata angkutan tidak bermotor di Kota Jogja agar tidak ada penumpukan becak atau andong di satu lokasi.
“Pemilik becak atau andong hanya perlu memberikan salinan KTP, tidak perlu membayar untuk mendapat surat izin. Selama proses perizinan kami bekerjasama dengan paguyuban becak atau andong untuk memudahkan pendataan,” ujarnya. Sementara, jumlah andong di Kota Jogja cenderung menurun. Beberapa waktu lalu, Pengageng Kawedanan Hageng Kridho Mardowo Keraton Yogyakarta GBPH Yudhaningrat, yang juga menjadi Ketua Persatuan Olah Raga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) DIY menuturkan, jumlah kuda yang digunakan untuk angkutan transportasi saat ini tidak lebih dari 700 ekor.
Sementara, beberapa tahun lalu jumlah itu mencapai lebih dari 1.000 ekor. “Banyak yang beralih dari profesi kusir [sopir andong] karena tidak menghasilkan banyak uang. Jarang sekali ada pemuda yang mau jadi kusir. Kalau ada yang dapat warisan kuda dari orangtuanya biasanya malah dijual,” katanya
Sementara, jumlah becak yang belum menerima surat izin tapi sudah mendaftar sekitar 1.500 buah. Adapun, semua andong sudah mengurus dan mengantongi izin. “Kami mengeluarkan izin kendaraan tidak bermotor untuk angkutan yang beroperasi di wilayah Kota Jogja. Izin dilengkapi dengan pelat nomor, surat izin operasional dan stiker pengaduan yang harus ditempel di becak maupun andong.
Tahun ini adalah periode kedua penerbitan izin yang sudah dilakukan sejak Agustus 2009,” terangnya di gedung Dewan, Kamis (4/3). Dishub, katanya, tidak memungut pajak atas keluarnya izin itu. Izin berlaku selama tiga tahun dan selanjutnya didaftar ulang jika sudah habis. Pendataan dan penerbitan izin juga akan digunakan untuk menata angkutan tidak bermotor di Kota Jogja agar tidak ada penumpukan becak atau andong di satu lokasi.
“Pemilik becak atau andong hanya perlu memberikan salinan KTP, tidak perlu membayar untuk mendapat surat izin. Selama proses perizinan kami bekerjasama dengan paguyuban becak atau andong untuk memudahkan pendataan,” ujarnya. Sementara, jumlah andong di Kota Jogja cenderung menurun. Beberapa waktu lalu, Pengageng Kawedanan Hageng Kridho Mardowo Keraton Yogyakarta GBPH Yudhaningrat, yang juga menjadi Ketua Persatuan Olah Raga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) DIY menuturkan, jumlah kuda yang digunakan untuk angkutan transportasi saat ini tidak lebih dari 700 ekor.
Sementara, beberapa tahun lalu jumlah itu mencapai lebih dari 1.000 ekor. “Banyak yang beralih dari profesi kusir [sopir andong] karena tidak menghasilkan banyak uang. Jarang sekali ada pemuda yang mau jadi kusir. Kalau ada yang dapat warisan kuda dari orangtuanya biasanya malah dijual,” katanya
Senin, 19 April 2010
Korupsi di DIY peringkat 10
Tingkat korupsi di DIY diperkirakan menduduki peringkat ke-10 dari 33 provinsi di Indonesia. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bahkan menilai penanganan kasus korupsi di DIY masih kurang menonjol dengan banyaknya kasus yang berlarut-larut atau dihentikan.
“Kalau jumlah kasus, DIY tidak terlalu banyak jika dibandingkan dengan Sumatra Utara, DKI, dan Jawa Timur yang menduduki posisi teratas. Kira-kira peringkat 10-lah. Lebih rendah dibandingkan Kalimantan Timur,” papar anggota KPK, Bibit Samad Riyanto, usai menjadi pembicara dalam kuliah umum FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), di perpustakaan pusat UAJY, Rabu (10/3) kemarin.
Lebih lanjut Bibit menilai penanganan korupsi di DIY kurang serius.Penyelesaia`n kasus korupsi di DIY, kata dia, cenderung berlarut-larut dan bahkan sering dihentikan di tengah jalan. Terkait kasus korupsi di Bantul seperti penyimpangan Bantul Kota Mandiri (BKM), KPK mengaku siap memanggil pejabat-pejabat yang terlibat jika diperlukan. “Kalau buktinya serta alasannya kuat, KPK akan memanggilnya,” tandasnya tegas.
Sampai saat ini pula, kata dia, KPK tidak tahu kendalakendala dalam penanganan kasus korupsi di DIY. Oleh karenanya, KPK akan melakukan supervisi Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY terkait adanya penghentian penyelesaian sejumlah kasus korupsi di provinsi ini. Menurut dia, supervisi dilakukan untuk melihat kendala yang dialami Kejati DIY terkait upaya penyelesaian kasus korupsi di wilayah yuridiksinya.
“[Melalui supervisi] kami akan melihat kendala apa yang dihadapi Kejati DIY, sehingga kasus korupsi tersebut berlarut-larut dan bahkan ada yang dihentikan,” katanya. Ia mengatakan, sejumlah kasus korupsi yang pernah dihentikan Kejaksaan akan dipelajari kembali KPK dan dicarikan upaya untuk dapat segera diselesaikan.
“Jika Kejati DIY dinilai mampu menyelesaikan kasus korupsi, maka kami belum akan mengambil alih penanganan,” katanya. Sejumlah kasus korupsi di DIY, imbuh dia, memang bisa jadi dihentikan Kejaksaan lantaran kewenangan untuk itu, memang melekat pada lembaga tersebut. “Namun kalau ditemukan bukti baru, maka harus dibuka kembali dan penyidikan dilanjutkan,” katanya.
“Kalau jumlah kasus, DIY tidak terlalu banyak jika dibandingkan dengan Sumatra Utara, DKI, dan Jawa Timur yang menduduki posisi teratas. Kira-kira peringkat 10-lah. Lebih rendah dibandingkan Kalimantan Timur,” papar anggota KPK, Bibit Samad Riyanto, usai menjadi pembicara dalam kuliah umum FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), di perpustakaan pusat UAJY, Rabu (10/3) kemarin.
Lebih lanjut Bibit menilai penanganan korupsi di DIY kurang serius.Penyelesaia`n kasus korupsi di DIY, kata dia, cenderung berlarut-larut dan bahkan sering dihentikan di tengah jalan. Terkait kasus korupsi di Bantul seperti penyimpangan Bantul Kota Mandiri (BKM), KPK mengaku siap memanggil pejabat-pejabat yang terlibat jika diperlukan. “Kalau buktinya serta alasannya kuat, KPK akan memanggilnya,” tandasnya tegas.
Sampai saat ini pula, kata dia, KPK tidak tahu kendalakendala dalam penanganan kasus korupsi di DIY. Oleh karenanya, KPK akan melakukan supervisi Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY terkait adanya penghentian penyelesaian sejumlah kasus korupsi di provinsi ini. Menurut dia, supervisi dilakukan untuk melihat kendala yang dialami Kejati DIY terkait upaya penyelesaian kasus korupsi di wilayah yuridiksinya.
“[Melalui supervisi] kami akan melihat kendala apa yang dihadapi Kejati DIY, sehingga kasus korupsi tersebut berlarut-larut dan bahkan ada yang dihentikan,” katanya. Ia mengatakan, sejumlah kasus korupsi yang pernah dihentikan Kejaksaan akan dipelajari kembali KPK dan dicarikan upaya untuk dapat segera diselesaikan.
“Jika Kejati DIY dinilai mampu menyelesaikan kasus korupsi, maka kami belum akan mengambil alih penanganan,” katanya. Sejumlah kasus korupsi di DIY, imbuh dia, memang bisa jadi dihentikan Kejaksaan lantaran kewenangan untuk itu, memang melekat pada lembaga tersebut. “Namun kalau ditemukan bukti baru, maka harus dibuka kembali dan penyidikan dilanjutkan,” katanya.
Langganan:
Postingan (Atom)